Minggu, 18 Juni 2017

Kiat-kiat Khusus Dalam Memulai Usaha Grosir Sembako



Usaha grosir sembako memang bukan hal baru, dan pastinya telah banyak orang yang menggeluti usaha ini. Kiat dalam memulai usaha grosir sembako memang mudah, namun juga bukan hal yang sulit.

Salah satu kemudahan dalam bisnis grosiran sembako ini adalah pemasarannya yang cukup mudah. Akan tetapi bisnis satu ini memerlukan serangkaian pemikiran yang mesti diperhitungkan secara matang.

Sejumlah orang melihat keberhasilan usaha grosir sembako hanya karena dibarengi dengan modal yang kuat. Tapi tidaklah selalu demikian, karena bila kita tidak hati-hati dan mengetahui cara membangun dan mempertahankan bisnis ini, bisa saja malah membuat kita menjadi bangkrut.

Perencanaan awal harus tetap dilakukan secara matang. Usaha grosir sembako harus mampu menjadi penyedia kebutuhan bagi para pedagang eceran. Dengan perencanaan dan strategi yang matang, kita dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari konsumen secara langsung.


Keunggulan dan Hambatan Dalam Usaha Grosir Sembako

Kiat-kiat Khusus Dalam Memulai Usaha Grosir Sembako
Sebelum membahas mengenai kiat-kiat khusus dalam memulai dan membangun bisnis grosir sembako, ada baiknya kita ketahui apa saja keunggulan dan hambatan yang mungkin dihadapi dalam membuka usaha grosiran sembako.

Baca juga: Daftar Alamat Tempat Belanja Grosir Produk Pakaian dan Perlengkapan Bayi Termurah di Jakarta

Dari segi keuntungan, usaha grosir sembako tidaklah terlalu memusingkan soal pemasaran. Usaha satu ini bahkan bisa dilakukan oleh seorang pemula dalam dunia bisnis sekalipun.

Produk-produk yang dijual tidaklah membutuhkan pengertian yang terlalu mendalam. Perputaran uangnya pun terbilang sangat cepat, terutama untuk produk-produk bahan pokok dan keperluan pribadi seperti terigu, minyak, telur, beras, gas elpiji, sabun, deterjen, dan lain-lain.

Sementara salah satu hambatan yang mungkin akan kita hadapi saat membuka usaha grosir sembako adalah soal keawetan produk yang dijual. Seperti kita ketahui, produk-produk bahan pokok memiliki jangka waktu atau expired yang tidak lama.

Oleh karena itu, pengelolaan yang baik harus dilakukan dalam menyortir barang dan juga cara penyimpanan barang-barang yang tidak tahan lama tersebut.


Tips Membuka Usaha Penjualan Grosir Sembako

Kiat-kiat Khusus Dalam Memulai Usaha Grosir Sembako
Hal pertama dan paling penting untuk diperhatikan adalah perihal lokasi. Lokasi juga menjadi penentu dalam kesuksesan bisnis satu ini. Lokasi yang strategis akan mampu mendatangkan lebih banyak pembeli. Akses lokasi yang strategis ini termasuk harus mudah dijangkau dan mudah terlihat.

Selain itu, masalah tempat parkir dan jalur truk distribusi juga perlu dipertimbangkan sehingga tidak mengganggu pembeli yang sedang berbelanja.

Biasanya, usaha grosiran sembako akan disuplai oleh distributor yang memiliki kendaraan pengangkut yang cukup besar, sehingga diperlukan ruang parkir yang agak besar sehingga memudahkan distributor dalam menyuplai barang dan juga para konsumen yang datang untuk berbelanja.

Tidak hanya lokasi yang strategis dan juga tersedia cukup ruang parkir di halaman toko, tapi juga perihal pemasok atau suppier juga menjadi penentu dalam kesuksesan bisnis grosiran sembako yang Anda miliki.

Mencari pemasok yang menyediakan barang dengan lengkap dan harga termurah tentu menjadi masalah tersendiri yang perlu dihadapi bagi Anda yang ingin membuka usaha grosir sembako.

Baca juga: 3 Cara Mudah Menemukan Supplier Untuk Usaha Warung Sembako

Pemasok yang baik adalah berasal dari agen besar atau distributor langsung. Biasanya distributor tidak memasok keseluruhan stok barang Anda, tapi hanya beberapa barang saja.

Oleh karena itu, pastikan Anda tidak hanya menjalin kerjasama dengan satu pemasok saja, tapi juga beberapa pemasok dari jenis barang-barang yang berbeda.

Demikian sedikit informasi yang dapat kami berikan mengenai kiat-kiat khusus dalam membuka usaha grosir sembako. Semoga membantu dalam pengembangan bisnis Anda.

Kiat-kiat Khusus Dalam Memulai Usaha Grosir Sembako Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Aditya Juniarto Pradipta

0 komentar: